BALIKPAPAN-Ini merupakan tamparan keras bagi dunia
pendidikan di Kota Beriman sekaligus bukti kurangnya pengawasan dan
perhatian orangtua terhadap anak-anaknya. Pada Selasa (17/4) kemarin
siang, enam remaja yang masih duduk di bangku kelas 2 di salah satu SMP
Negeri di kawasan Balikpapan Utara kepergok tengah pesta minuman keras
(miras).
Untuk diketahui, minuman memabukkan apapun jenisnya memberi dampak buruk bagi kesehatan. (lihat grafis, Red).
Selain itu, minuman haram itu bisa menimbulkan kecanduan dan jika orang
yang mengonsumsinya kehilangan kesadaran, mereka bisa melakukan
tindakan yang bisa membahayakn dirinya sendiri maupun jiwa orang lain.
Kembali ke soal para pelajar yang diamankan saat akan menggelar pesta
miras. Mereka diamankan dengan kondisi setengah mabuk oleh petugas
Polsek Balikpapan Utara usai menenggak minuman tradisional Cap Tikus
(CT) di sebuah rumah di kawasan Gunung Empat, Balikpapan Utara.
Mereka masing-masing berinisial Tk (13) warga Gunung Pancur, Rm (16)
warga Km 2, Pn (17) warga Projakal, Rn (15) warga Karang Jati, Na (16)
warga Km 2, dan As (15) warga Km 2.
“Diamankannya para pelajar itu berkat hasil dari informasi masyarakat yang selanjutnya kami segera tindak lanjuti,” terang Kapolres Balikpapan AKBP Sabar Supriyono melalui Kapolsek Balikpapan Utara Kompol Putu Rideng, Selasa kemarin.
"Atas laporan warga itulah kami menurunkan anggota untuk mengecek ke
lokasi dan ternyata benar ada anak-anak yang pesta miras sehingga kami
amankan ke Mapolsek,” tambah dia.
Dari tangan para pelajar itu, polisi juga mendapati barang bukti berupa
satu botol bekas kemasan minuman bersoda yang berisi CT. Minuman
memabukan itu diakui mereka didapat dari salah seorang penjual di
kawasan Balikpapan Barat. ”Harganya Rp30 ribu pak, belinya kami
patungan,” sebut Na, salah seorang pelajar yang tubuhnya paling besar
dibandingkan rekannya yang lain.
Jamuan miras mereka gelar usai pulang sekolah. Ada yang masih
mengenakan seragam sekolah dan ada yang sebelumnya pulang berganti baju
lalu kembali kongkow. Minuman dikemas dalam botol bekas. Tak ada
campuran dengan minuman soda seperti biasa dilakukan para pemabuk. Entah
sekadar ingin mencoba keaslian rasa CT atau karena modal membeli
minuman tidak ada.”Minumnya baru mau dimulai kok Pak, eh udah ketahuan,” aku Pn dengan polosnya.
Selama berada di kantor polisi, seluruh anak baru gede (ABG) itu diberi
pengarahan atau pembinaan. Selain itu mereka juga diwajibkan membuat
surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan yang mereka lakukan
tersebut.
"Orangtua mereka juga telah kami panggil dan kami berikan pengarahan
agar lebih memperhatikan anak-anak mereka sehingga tidak terjerumus
lebih jauh dalam tindak kriminal. Seluruhnya masih tercatat sebagai
siswa kelas 2 SMP itu, telah kami izinkan pulang ke rumah
masing-masing," pungkas Putu Rideng.(bapos)