BALIKPAPAN-Berkat laporan dari pemilik salon lain yang tidak ingin
kawasan Pasar Inpres Kebun Sayur dinodai oleh tindakan asusila, terutama
salon mesum, pihak Unit Pengelola Teknis Daerah (UPTD) Pasar Inpres
melakukan penggerebekan di salon Lisa yang diduga terdapat pasangan lain
jenis.
Hasilnya lelaki-laki usia 30 tahunan yang diketahui bernama Heri dan
sang wanita berdua-duaan di dalam salon Lisa yang tertutup dari luar.
Oleh beberapa anggota Satpam Pasar Inpres dibantu anggota Babinsa dan
Babinkamtibmas Kelurahan Margasari menggerebek keduanya yang mengaku
sedang melakukan pijat.
Menurut Kepala UPTD Pasar Inpres, Irwan Fahroni, anggotanya menemukan
kedua warga berlainan jenis di dalam salon yang terkunci dari luar.
Makanya anggota yang saat patrol curiga, apalagi sebelumnya sudah ada
laporan dari pemilik salon lain yang tidak ingin salon di kawasan pasar
Inpres menjadi salon yang melakukan praktek mesum.
“Kami juga menerima laporan dari pemilik salon lainnya yang ingin agar
aktivitas yang telah dilarang, terjadi lagi. Makanya sebelum inipun kami
sudah menertibkan beberapa kasur, triplek penutup salon tersebut,”
jelas Irwan kembali.
Atas tindakan kedua warga tadi, pihaknya lalu memanggil pemilik salon
Lisa bernama Lili dan juga wanita yang melayani pria tadi agar membuat
pernyataan untuk tidak melakukan praktek salon mesum di kawasan pasar
Pandansari.
“Kepada pemilik, kami berikan sanksi peringatan terakhir, jika masih
melakukan aktifitas, maka salon Lisa akan kami tutup, sedangkan wanita
yang kami temukan tadi, kami minta tidak lagi berada di kawasan Pasar
Inpres,” tegas Irwan.
Ditambahkan Irwan kembali, para pemilik salon yang ada di pasar Inpres
ini terbagi dua, ada yang pro atas aktifitas salon mesum, tetapi
sebagian menolaknya, karena menganggu aktivitas salon yang memang benar
pelayanannya.
“Makanya melalui media ini, kami menghimbau kepada pemilik salon yang
ada di Pasar Inpres, untuk tidak melakukan praktek salon mesum, seperti
pijat plus-plus, jika masih kami temukan, maka usaha salon mereka akan
kami tutup, mereka tidak lagi kami berikan izin membuka salon di pasar
Inpres ini,” ujar Irwan.
Ditemui terpisah, Sekretaris Dinas Pasar, Drs H Arbain Side MM
menyebutkan bahwa pihaknya tidak memberikan toleransi kepada pemilik
salon untuk melakukan aktivitas salon mesum dan perbuatan maksiat
lainnya. “Yang jelas kami akan terus awasi aktivitas salon yang ada,
jika ada indikasi tentunya bersama aparat akan langsung kami tertibkan,
karena kami tidak ingin Pasar Inpres kembali tercoreng oleh aktivitas
salon mesum dan pijat plus-plus,” pungkas Arbain.(bapos)